Kalo ada seseorang bertanya berapa umur saya, maka dengan bangga saya menjawab, β€œ19 tahun!”. Yap, beberapa hari yang lalu umur saya bertambah satu.

Mungkin saya pernah menceritakan bahwa tanggal lahir saya memang tidak jelas. Ummi bersikeras bahwa saya lahir tanggal 26 Februari, tapi di akte tertulis tanggal 27 Februari. Hanya Allah yang tahu kebenaran tanggal lahir saya.

Well, let’s skip about the date. Setelah dipikir-pikir, saya memang semakin tua ya. Membayangkan tahun depan nanti saya berumur 20 tahun. Pasti makin banyak yang tidak percaya umur saya. Beginilah resiko badan kecil. Tidak jarang saat SMA dulu, masih banyak yang mengira saya SMP. Giliran sudah kuliah, masih banyak juga yang menyangka saya anak SMP. Duh.

Pada saat tanggal 26, Ummi yang mengucapkan pertama kali. Setelah itu Abah menelpon dari Cibinong. Sambil mengantuk beliau menyanyikan lagu selamat ulang tahun, tentu dengan suaranya yang fals. Hahaha. Dilanjutkan dengan ucapan dari Sadam, Ari, Kupu, nenek, serta tante.

Kebanyakan teman SD-SMA juga mengucapkan di tanggal 26 Februari. Tidak heran. Karena mereka sudah tahu ketidakjelasan tanggal lahir saya. Lucunya ketika saya membalas mention ucapan ulang tahun, teman-teman kampus jadi bingung ulang tahun saya kapan. Hehehe.

Malam hari, beberapa jam menuju tanggal 27, saya menelpon Preschian. Kebetulan dia juga berulang tahun di tanggal 27 Februari. Kami berdua saling bergantian untuk menyuruh tidur. Tapi baik dia dan saya tidak ada yang mau. Ya, kami berdua sama-sama bersikeras ingin mengucapkan selamat ulang tahun pertama. Dan berhasil. πŸ™‚

Pagi harinya menuju kampus seperti biasa. Masuk ke kelas teman-teman TREASURE 2012 mulai mengucapkan selamat. Saat selesai kuliah mampir ke Mace seperti biasa. Beberapa senior dan Mace juga turut mengucapkan selamat. Hampir semua menyelipkan doa agar saya cepat besar dalam ucapannya (bingung mau senang atau sedih).

Setelah shalat dzuhur, Manda minta ditemani untuk mengambil barangnya di Baruga. Tanpa perasaan curiga saya menemaninya. Saat tiba di Baruga, tiba-tiba mata saya ditutup dengan kain dan tangan diikat. Dari suaranya saya tahu mereka adalah Fanya, Natalia, Arlina, dan Chua. Setelah itu saya dinaikan ke dalam mobil dan entah dibawa kemana.

Setelah beberapa lama melontarkan berbagai pertanyaan (tanpa ada jawaban) kepada mereka, akhirnya saya dibawa turun dari mobil. Setelah berbagai persiapan, penutup mata dan tali di tangan saya pun dibuka. Ternyata di depan mata sudah ada kue dengan lilin 9 tahun (iya angka 1-nya disembunyikan). Ya ternyata mereka menyiapkan pesta kecil dengan tema pesta (juga) seperti anak kecil. Lengkap dengan undangan, terompet kecil, hingga topi pesta.

Terima kasih untuk semua ucapan, doa, dan kejutannya. Sekarang, saya 19 tahun!

19thChinese everywhere~ Thanks to all of you guys!

PS: Happy birthday for you, Preschian. Glad you like the gift. Saya selalu senantiasa mendoakan yang terbaik untukmu. Cieeh udah kepala dua. Hehehe…