Source: Tumblr

Aku selalu suka hujan. Suaranya ketika turun, baunya yang khas, serta udara sejuknya.
Aku suka.

Angin yang menusuk hingga membuat tengkuk kepala terasa geli, serta menggigil kedinginan karena kehujanan.
Aku suka.

Disaat banyak orang menggerutu saat hujan turun dan pergi berteduh, aku justru tersenyum dan dengan sengaja berjalan lambat agar bisa merasakannya.
Ya. Aku suka hujan.

Seperti siang hari ini. Duduk di kamar dengan sprei yang aku jadikan selimut. Sedikit merasa kesal karena tidak bisa bertemu denganmu karena hujan.
Tapi jangan salah sangka. Aku tetap suka hujan.

Aku, kamu, dan hujan.
Ada banyak kisah bila tiga kata itu berada di tempat dan waktu yang sama.

Dimanapun hujan turun, dia akan selalu mengajakku untuk kembali ke masa lalu. Mengajakku untuk kembali mengingat berbagai hal yang telah terjadi akibat dia turun.

Ah.
Apa kamu mau ikut denganku mengingat kenangan itu? Rasanya jauh lebih menyenangkan bila kita mengingatnya bersama.

Ketika hujan turun, kamu pasti langsung menepi.
Bagiku hanya gerimis kecil, tapi bagimu gerimis kecil itulah yang akan membuatku sakit.

Ketika hujan turun, kamu pasti memaksaku untuk memakai jaketmu.
Bagiku sangat menyenangkan kedinginan karena hujan, tapi lagi-lagi tidak bagimu.

Ketika hujan turun, kamu pasti akan menunggunya hingga benar-benar reda. Membiarkan aku yang duduk di atas motormu dan kamu berdiri di sampingnya.

Ketika hujan turun, kamu pasti merengut. Sedangkan aku senang karena bisa semakin lama di dekatmu.

Ketika hujan turun, semua hal kita bicarakan, kita tidak pernah kehabisan topik. Seringkali lewat pembicaraan itulah aku lebih mengenalmu.

Ketika hujan turun, aku semakin menyadari betapa aku sangat mencintaimu…