Beng-Beng Hazelnut
Saya: “Eh kamu makan atuh.” Dia: “Gak laper...” Saya: “Emang terakhir makan kapan?” Dia: “Tadi. Makan beng-beng hazelnut :p” Saya: “WAAAA... MAUUU!” Dia: “Kangen say. Makan itu langsung inget kamu :p” Saya: “...” *smile and blush*
Percakapan sore tadi masih membuat saya tersenyum sampai sekarang. Untuk orang lain, beng-beng hazelnut mungkin hanya sekedar cemilan biasa. Tapi tidak untuk saya dan dia. Beng-beng hazelnut memiliki cerita dan makna tersendiri bagi kami.
Cemilan pengganjal perut itu merekam sedikit awal perjalanan kami berdua. Koperasi Pesat, beng-beng hazelnut, dan Pak Martin. Bila tiga hal ini dirangkaikan bersama, maka akan terputarlah rekaman itu.
Bila ingat cerita tersebut, rasanya saya tidak akan pernah berhenti tertawa. Apalagi mengingat senyum dan komentar singkat Pak Martin.
Hei, apa kamu juga masih ingat? 🙂
PS: Aku juga kangen.