Tidak terasa hampir dua bulan saya kembali ke rumah. Setiap pulang ke Cibinong, saya akan selalu menyempatkan diri bertemu dengan teman-teman (I won’t called them old friends). Undangan buka bersama di bulan Ramadhan pun mempermudah itu semua.

Sabtu (20/7), saya buka bersama dengan teman SMA, XII Unggulan 1, di rumah Kania. Rasanya selalu menyenangkan bertemu dengan mereka. Tiga tahun di dalam kelas yang sama membuat kami mempunyai banyak kisah.

Belum masuk ke dalam rumah Kania, beberapa teman sudah berteriak memanggil nama saya. Sambutan meriah ini mungkin disebabkan karena saya yang kuliahnya paling jauh dan paling susah diajak bertemu. Ya, kecuali saat liburan.

Tiba di dalam suasana riuh semakin terasa. Semua saling menyapa, saling bercerita, saling menanyakan kabar. Rasanya mereka tidak banyak berubah. Termasuk saya. Hampir semua teman mengatakan hal yang sama tentang saya. Tentang saya yang tidak bertambah tinggi sedikit pun. Sial.

Ah ya. Akhirnya saya kembali merasakan pertanyaan “Kenapa di Makassar rusuh terus.” Untungnya teman-teman yang (Alhamdulillah) sudah mulai serius kuliah ini sudah mulai menyadari bagaimana nilai berita yang “laku” di Indonesia. Dari pertanyaan itu saya dan beberapa teman malah asik berdiskusi. XD

Hal yang paling saya ingat di bukber kelas kemarin itu, ketika para mayoritas berkumpul. Teman-teman kelas memang paling banyak melanjutkan kuliah di UGM. Iya, Universitas Gunadarma Margonda. Hehehe… Nah, entah bagaimana awalnya, tiba-tiba anak-anak UGM ini menyanyikan mars kampusnya bersama-sama. Seriously, I couldn’t forget it. Hahaha…

Hingga hari ini, selalu menyenangkan bertemu dengan mereka semua. Terima kasih buat yang sudah menyempatkan hadir, terima kasih buat Kania atas kesediannya menjadi korban kerusuhan kelas, terima kasih buat Winda atas tumpangannya, dan terima kasih buat Putri karena menjadi satu-satunya yang bilang saya agak tinggian. Well, see you again, Saung! :’>

Saung