Mungkin Ini karena Rindu
Entah kenapa “over-thingking” ini kembali sering menyapaku. Sejenak menyembunyikan rindu dan mengambil alih tempatnya. Iya. Lagi-lagi.
Tidak. Ini bukan salahmu.
Diriku yang begitu perasa mungkin sebabnya. Iya. Kebiasaan seorang perempuan yang biasa kalian sebut, drama. Ah, atau mungkin juga karena beberapa temanku menjadi begitu melankolis akhir-akhir ini. Iya. Mungkin karena itu.
Beberapa hari yang lalu pun kita kembali berbicara panjang lebar. Walaupun aku tahu begitu banyak jeda karena kita berdua bingung mau bicara apa. Mungkin karena beberapa hari yang lalu hampir empat hari aku begitu jarang mengabarimu. Iya. Mungkin.
Tapi untunglah, jeda tersebut lama-kelamaan menghilang dan tergantikan dengan ceritamu dan ceritaku. Kamu yang kemudian memanggilku “aneh” dan aku memanggilmu “lucu”. Diam dan tenang saja. Hanya kamu dan aku yang tahu apa sebabnya. 🙂
Ah. Aku rindu. Rindu mendengar langsung suaramu. Rindu dengan senyumanmu. Rindu dengan kamu.
Iya. Mungkin aku seperti ini karena Rindu.