Beberapa minggu yang lalu, saya dan teman-teman Komunikasi angkatan 2012 mengikuti proses sosialisasi almamater tahap kedua. Kegiatan ini bernama Forum Inisiasi Gerakan Unik dan Radikal (FIGUR). Namun sebelum menceritakan kegiatan ini, saya akan terlebih dahulu menepati janji saya (yang sudah lama sekali) untuk menceritakan kegiatan Nuansa Unik dan Radikal (Nurani) yang merupakan tahap pertama dari sosialisasi almamater di Komunikasi.

Nurani berlangsung di daerah sekitar Bantaeng, tepatnya di Agrowisata Lannying, mulai dari tanggal 23 hingga 25 November 2012. Kegiatan ini bertemakan “Satu dalam Kebersamaan”. Tidak mudah untuk melaksanakan kegiatan ini. Sebagai mahasiswa baru yang benar-benar baru menginjakkan kampus kemudian diminta untuk menjadi panitia suatu kegiatan besar, membuat kami tidak yakin akan berhasil. Rasanya begitu banyak hal yang menggoda kami untuk menjadi pesimis. Dana yang kurang, acara persembahan yang sepertinya tidak akan maksimal, hingga surat rekomendasi yang H-2 acara masih belum bisa kami dapat…but hey, we passed it, Alhamdulillah!

Kami berangkat sangat terlambat dari jadwal. Sempat tidak enak ketika melihat wajah senior yang ‘sedikit’ lelah menunggu. Setelah menunggu beberapa jam, truk yang akan mengangkut kami akhirnya tiba. Kami pun berangkat ke lokasi.

Tidak ada hal aneh selama perjalanan. Walaupun lelah karena jarak yang ditempuh memang cukup jauh, perjalanan tetap terasa menyenangkan. Karena berangkat sangat telat dan terlalu banyak pemberhentian saat perjalanan, lagi-lagi banyak jadwal yang kacau.

Sekitar beberapa kilometer sebelum sampai lokasi, tiba-tiba truk yang kami gunakan mengalami suatu insiden. Truk tersebut tidak bisa naik ke lokasi yang memang berada di atas. Semua penumpang diturunkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Insiden ini sempat membuat beberapa teman, khususnya perempuan (termasuk saya yang melihat dengan jelas insiden tersebut) agak histeris. Setelah menunggu beberapa jam, pengurus memutuskan untuk naik ke lokasi menggunakan beberapa mobil senior dan mobil pickup warga sekitar.

Kami tiba di lokasi pukul 04.00 pagi. Rasa letih dan cemas akibat insiden truk tadi bercampur dengan dinginnya Lannying dini hari. Setelah mengambil tas dan membereskan alas untuk tidur, kami semua langsung terkapar di dalam tenda.

Semangat kembali datang keesokan paginya. Setelah olahraga dan pembukaan kegiatan, kami makan pagi bersama. Siangnya kami mengikuti Wisata Biro Kosmik. Kemudian dilanjutkan dengan outbond pada sore hari hari.

Mengutip dari artikel Nurani di web Kosmik, malam persembahan adalah kegiatan yang paling ditunggu semua warga Kosmik. Setelah berbagai persiapan telah selesai dilakukan, dimulailah malam persembahan mahasiswa baru Ilmu Komunikasi tahun 2012.

Tepat pukul 8 malam, kami menampilkan semua hal yang telah kami latih selama hampir satu bulan. Mulai dari menari, menyanyi, membaca puisi, drama, hingga pom-pom boys. Dengan lokasi kegiatan yang berada 1200 dpl, angin malam begitu dingin dan menusuk tulang. Rasanya menggunakan dua jaket dan sarung tangan masih kurang untuk menahan dingin. Walaupun begitu, kami tetap semangat untuk menampilkan yang terbaik.

Pagi harinya para mahasiswa baru ‘dilantik’ sebagai warga Kosmik. Walaupun masih belum resmi karena masih ada beberapa tahap pengkaderan lagi, hal ini begitu membuat kami senang. Name tag yang biasa kami gunakan dilepas, setelah itu kami semua bersalaman dengan para senior. Setelah makan pagi dan merapihkan segala perlengkapan, kami pun pulang ke Makassar.

Nurani menyimpan begitu banyak kisah dan pembelajaran bagi saya dan teman-teman mahasiswa baru Ilmu Komunikasi tahun 2012, mulai dari persiapan hingga akhir. Kami semakin mengenal satu sama lain, semakin akrab, dan semakin menjalin kebersamaan lewat kegiatan ini. Lannying akan selalu menjadi tempat dengan banyak cerita serta kenangan di dalamnya bagi saya, bagi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi tahun 2012. Salam biru merah!!!

page 7