Then, here we go. Gak terasa udah hampir enam bulan jadi anak kelas XII. Semester 1 pun akan segera berakhir, lalu UAS akan dimulai. Inilah bagian yang gue gak suka. (Oh, hello?! Anyone love exam here?)

Jam di atas lemari hampir menuju ke angka sembilan. Gue masih asik di depan Toshi menulis tulisan ini sambil mendengarkan lagu-lagu A Rocket to the Moon. Buku pelajaran udah gue atur sesuai jadwal UAS. Beberapa catatan juga udah selesai gue rapihkan. Tapi tetep aja belum ada minat untuk membaca dan mengulang materi di buku itu… -_-

Awal kelas XII adalah masa yang terbaik. Masa dimana gue sangat bersemangat menghadapi semuanya. Sayangnya, waktu itu gak lama. Makin lama, gak tau kenapa malah jadi gampang banget mengeluh. Sedikit merasa ini bukan gue banget. I guess the real me was hiding in somewhere. Maybe.

Confession: I’m not yet get my passion.
Yes. That’s the truth. And I think that’s the reason why I’m like this. Gue gak tau mau apa, gak tau mau gimana, gak tau apa yang harus dilakukan.

I’m envy with Preschian. He finally got his passion. Walaupun di chat beberapa waktu yang lalu, dia bilang masih sedikit bingung dan belum fokus sama satu hal yang benar-benar dia banget. At least, he know his area.

Sedangkan gue?
Ummi masih asik dengan harapannya gue menjadi dokter. Dan Abah malah tiba-tiba menawarkan hukum sebagai jurusan gue nanti.

Okay. Let me make this clear. Orang tua gue memang tidak memaksakan gue untuk masuk ke jurusan ini atau itu. Tapi, tanpa mereka sadari, mereka ‘memaksa’ gue untuk menjadi apa yang mereka inginkan.

Abah dengan beberapa argumennya mengenai prospek hukum. Dan Ummi dengan harapan-harapannya. Abah yang bilang realistis. Dan Ummi yang bilang gak usah mikirin itu. Oh ya. Tambahan satu lagi: Om gue yang bertanya tujuan gue apa. Uang, karir atau keluarga? Karena pada akhirnya, wanita kembali pada keluarga, lalu tante gue juga menambahkan kalo gue mungkin satu-satunya anak Ummi & Abah yang mungkin bisa jadi dokter.

Dibawah tekanan. Mungkin itu yang gue rasakan secara tidak langsung. Tiba-tiba jadi ingat apa yang Adam bilang beberapa waktu yang lalu: “Lo itu one woman army, ma. Hampir semua bidang lo bisa, dan lo bingung sama apa yang sebenarnya lo banget.”

Jadi, apa yang kamu suka, Ma? Mau jadi apa kamu?
Maaf. Saya (masih) belum tau.

PS: Wish me luck for the exam! Thank you.