Terima Kasih, Kamu.
Ketika kamu merasa benar-benar bahagia, kamu tidak tahu harus melakukan apa.
Ya. Mungkin itulah yang aku rasakan ketika kamu tiba-tiba hadir di belakangku.
Tersenyum mengejek karena aku tidak tahu apa-apa, karena aku tidak mencium aroma kecurigaan sama sekali.
Pagi itu aku merasa tidak ada yang aneh. Ummi yang pulang larut malam, baru aku lihat wajahnya di pagi hari. Sedikit percakapan terjadi ketika Ummi bertanya aku kuliah jam berapa. Pertanyaan yang memang biasa ia lontarkan. Aku hanya menjawab jam sembilan, tanpa menjelaskan kepada beliau aku bolos di mata kuliah pertama.
Betul-betul tidak ada yang aneh. Setelah bangun tidur pun aku bermalas-malasan sebentar di depan TV. Ummi duduk di sampingku, membiarkan kepalaku berbaring di kakinya.
Tidak ada yang aneh.
Sampai ketika Ummi berdiri dan menuju ke belakang. Kupu memaksaku menggunakan kerudung.
“Temenin Ummi ke pasar, kak!” ujarnya begitu heboh.
Aku heran. Senin pagi dan Ummi memintaku menemani ke pasar.
“Ah ngapain. Kupu aja,” jawabku setengah mengantuk.
“Cepetan, kak! Ada kak Preschian!”
Heh.
Aku yang masih belum sadar sepenuhnya hanya menganggap itu lelucon Kupu yang bodoh. Mana mungkin kamu ada di sini.
Setengah hati aku memakai mukenah yang tegeletak di samping. Ummi memanggilku. Aku pun menengok ke arahnya.
Dan kamu benar-benar ada di situ. Berdiri di samping Ummi dengan senyum jahilmu.
Hei. Itu benar-benar kamu!
Aku bingung. Heran.
“Kenapa ada di sini? Kenapa ada di sini?” hanya kalimat tanya itu yang berkali-kali keluar dari bibirku.
Ummi, Kupu, dan kamu hanya tertawa.
Penjelasan singkat Ummi kenapa kamu ada di sini belum bisa aku cerna baik di pikiranku saat itu. Pikiranku terlalu sibuk menghubungkan berbagai kejadian tadi malam dengan adanya kamu di sini.
I really have no idea. Speechless. Ini yang namanya speechless.
Mengetahui kamu ada di sini, di kota yang jauh dari rumahmu, membuatku heran.
Mengetahui kamu ada di sini, di rumah yang pasti asing bagimu, membuatku bingung.
Mengetahui kamu ada di sini.
Mengetahui kamu ada di sekitarku.
Mengetahui kamu ada di dekatku.
Membuatku begitu bahagia.
Terima kasih untuk kejutan yang kamu berikan.
Sungguh. Terima kasih.