Teruntuk kamu, pria favoritku setelah Abah.
Selamat pagi, sayang. Aku harap kamu selalu baik-baik saja. Selalu bahagia.

Dua puluh lima Maret.
Aku dan kamu tentu tahu betul arti tanggal ini. Kamu pun tentu tahu apa yang terjadi dengan kita dihari itu.

Iya. Dua puluh lima Maret 2010.
Empat tahun lalu, ditanggal yang sama, kamu mengajakku untuk memulai perjalanan ini.
Empat tahun yang lalu, ditanggal yang sama, kamu meyakinkanku untuk berjalan bersama-sama di perjalanan ini.

Sebelum hari itu, memang sudah ada yang berbeda dengan hatiku dan hatimu. Sebelum hari itu, aku dan kamu memang sudah saling mengakui perasaan masing-masing. Namun sebelum hari itu juga, kita masih sama-sama ragu. Ragu untuk semua kemungkinan yang ada, ragu untuk memulai langkah ini. Sebelum hari itu.

Hari ini tanggal itu kembali terulang.
Iya, sayang. Perjalanan yang kita mulai empat tahun yang lalu masih tetap kita jalani hingga hari ini. Aku masih ingat semuanya. Setiap langkah yang kita lakukan, setiap kerikil yang mungkin sempat membuat kita ingin berhenti, bahkan setiap janji, doa, mimpi, dan harapan yang kita aminkan bersama pun masih aku ingat. Perjalanan ini terekam dengan baik, sayang.

Aku ingin kamu tahu, bahwa aku selalu mensyukuri hari aku mengenalmu. Aku juga ingin berterima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan untukku. Terima kasih karena masih di sampingku, menemaniku melakukan perjalanan kita selama ini. Terima kasih karena tetap bersabar denganku walaupun aku sering sekali menyebalkan. Aku tidak tahu kenapa kamu bisa jatuh cinta pada orang sepertiku, tapi sungguh, terima kasih karena telah mencintaiku.

Semoga empat tahun ini kamu tetap bahagia. Seperti yang sering kita bilang, apa pun yang terjadi, jangan pernah saling pendam perasaan sendirian. Kamu cerita denganku dan aku cerita dengamu, dan kita pikirkan semua masalah berdua.

Ditahun selanjutnya, mari tetap saling berargumen siapa lebih mencintai siapa. Ditahun selanjutnya, mari saling mewujudkan mimpi kita satu persatu. Dan yang pasti, ditahun selanjutnya, aku pasti lebih mencintaimu dibanding sekarang.

Mengutip dari Dee: Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk pilihanmu datang melalui aku. Untuk proses yang tak selalu mudah, tapi selalu indah.
Terima kasih, Preschian.