VII-9/IX-9
Tulisan pertama di bulan Agustus ini akan dimulai dengan cerita buka bersama VII-9/IX-9 di hari pertama bulan Agustus. Bisa dibilang ini akan menjadi acara buka puasa bersama terakhir di bulan Ramadhan tahun ini. So here it is.
Rumah yang ramai karena Ummi baru pulang dari Makassar pun membuat saya baru bisa ke acara bukber tersebut sehabis Maghrib. Lucky me, tempat bukbernya (sangat) dekat. Si empunya rumah, Rio, merupakan teman sekompleks dan se-RW, dia RT.02 dan saya RT.03. Tidak butuh waktu yang lama, cukup lima menit dan saya pun tiba di rumah Rio.
Saya terakhir beretemu mereka Ramadhan tahun lalu, di rumah Agung. Sayangnya hanya sekitar delapan orang yang hadir. Namun kali ini cukup banyak yang datang, walaupun masih belum setengah dari anak-anak kelas.
Jika dilihat dari penampilan, begitu banyak yang berubah. Saat baru tiba pun saya sedikit bergumam “Ini siapa,”. Hehehe… Tapi saat kembali bercerita, semua terasa sama terasa tidak ada yang berubah.
Karena bosan namun masih ingin berkumpul, teman-teman yang lain mengajak untuk nge-wedang. By the way, wedang atau biasa dikenal bandrek ini merupakan sejenis minuman tradisional Sunda yang terbuat dari jahe, mungkin kalo di Makassar mirip dengan Sarabba’. Lucunya saat akan berangkat, kami semua membungkus sisa makanan dari rumah Rio. Mulai dari lontong, risol, tahu, tempe, hingga ayam. Ah. Tidak lupa dengan air putih. XD
Tiba di tempat kami pun memesan minum dan roti bakar. Bercerita dan tertawa karena mengingat saat-saat SMP dulu. Saat dimarahi guru, diajak berkelahi guru, hingga dihukum guru. Yes. We’re really bad, I guess. Saya pun tidak berhenti tersenyum simpul saat mendengar cerita itu.
Kami pulang dari nge-wedang sekitar pukul 21.30 WIB malam. Lebih dari tiga jam dan kami merasa masih kurang. Sebelum pulang pun masih banyak hal yang kami bicarakan dan membuat tertawa. I have good friends everywhere. And I really grateful with that.
NB: Dan bulan Ramadhan pun akan segera berakhir. Ied, wait me (and us) soon!